Belajar dari Makanan Instan

instant-food-may.JPG

Kamu suka memasak?

Makanan apa yang paling gampang dimasak tapi rasanya enak? Tentu saja: makanan instan. Tapi makanan instan sangat tidak baik untuk kesehatan dan mampu menimbulkan berbagai macam penyakit, karenanya kita perlu membatasi atau bahkan tidak mengonsumsi makanan instan.

Untuk mulai belajar memasak, makanan instan adalah salah satu alternatif cara yang dapat dipakai dalam belajar. Banyak orang -umumnya pelajar dan mahasiswa- setuju bahwa memasak makanan instan itu adalah awal yang bagus untuk belajar memasak

Pertama-tama, kita dapat memasak makanan-makanan instan itu dengan mengikuti petunjuk yang ada pada bungkusnya. Cobalah untuk benar-benar menguasai cara-cara memasak makanan instan tersebut, karena kbanyakan tehnik itu banyak juga digunakan dalam memasak makanan non-instan. Tehnik-tehnik yang dimaksud adalah seperti memanaskan air, mencampur bumbu dengan bahan, menyaring bahan dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah menguasai cara memasak makanan instan, kita bisa mulai bervariasi dengan makanan instan. Kita bisa menambahkan bumbu kedalamnya, menambahkan proses memasak, atau bahkan benar-benar merubah cara memasak dan tidak mengikuti cara masak yang tertera di balik kemasan.

Beberapa variasi yang dapat dilakukan adalah:
-Pada mie instan jenis mie goreng, setelah kita usai memasaknya, mencampur bumbu dan mie itu siap dihidangkan, kita bisa memanaskan penggorengan dan dengan sdikit minyak, menggoreng mie itu beberapa saat. Hal ini akan menambah suatu rasa pada mie dan bila digoreng agak lama, mie bisa sdikit terasa garing.
-Pada mie instan jenis mie kuah, kita bisa menyisihkan kuahnya, baru mencampurnya dengan bumbu, setlah itu mencampurnya dengan telur dan menggorengnya. Ini akan menghasilkan masakan yang benar-benar berbeda yang biasa dikenal dengan omelet mie.
-Pada mie instan apapun juga, kita bisa mengganti bumbunya, karena kita tahu, salah satu sumber penyakit itu ada pada bumbu instannya. Bumbu yang bisa digunakan antara lain garam, merica, bawang, kecap manis, kecap asin, dan lain sebagainya.
-Pada pasta instan, kita bisa menambahkan parutan keju ketika pasta siap dihidangkan
-Pada minuman instan, kita bisa menambahkan susu kental manis untuk menambah rasa ‘latte’
-Pada nasi instan, setelah nasi tersebut matang, kita bisa menggorengnya sebentar untuk memberi rasa ‘goreng’ pada nasi itu.

Variasi yang paling banyak memang ada pada mie instan. Cobalah membuat variasi-variasi baru pada makanan instan kita dan kita akan bisa membuat suatu masakan baru suatu saat nanti!

Selamat memasak!

Advertisements

2 Responses so far »

  1. 1

    dhana said,

    assalamu’alaikum wr.wb.
    mm.. berhubung agak2 penyakitan harus jaga makanan, jadi artikelnya cuman bisa dibaca sambil dibayang2in rasanya.. nyamm.. hiks

  2. 2

    wajanhijau said,

    Agak penyakitan?

    Mmm… semoga lekas sembuh dari kepenyakitannya…

    Banyak-banyak makan makanan yang sehat kak, biar tubuh bisa melawan penyakitnya.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: