Archive for Uncategorized

Student Moment… part 2

Kamu suka Memasak?

Kemalasan adalah faktor yang sering terjadi pada kebanyakan pemula memasak. Entah karena kita sudah biasa memakan fast food, biasa disediakan makanannya sehingga tidak perlu memasak, biasa menyuruh orang untuk memasak, dan biasa-biasa lainnya.

Faktor malas juga bisa muncul tiba-tiba saat kita memantapkan niat kita untuk memasak. Sudah niat, tiba-tiba terbayang hal-hal seperti game, betapa banyak bahan yang harus digunakan, repotnya proses memasak, hingga terbayang kegagalan-kegagalan kita di masa lampau hingga kita tidak jadi memasak.

Disini penulis menulis dengan menggunakan sudut pandang seorang siswa (disesuaikan dengan profesinya). Sebagai seorang siswa, banyak hal yang bisa membuat kita malas. Tugas yang banyak, pengaruh sosial, ajakan teman untuk bermain, berbagai macam refreshing yang sangat diperlukan untuk penghilang jenuh, dan lain lainnya itu membuat kita enggan untuk belajar pelajaran sekolah memasak. Apa solusinya?

Bagi penulis yang juga mengalami hal itu, solusi yang dipakai adalah dengan memasak masakan yang simpel. Dengan memasak masakan simpel, kita tidak akan terlalu terbebani akan durasi masak yang lama, kemungkinan gagal tinggi, dan tentunya banyaknya peralatan yang harus dipakai dan tidak harus dicuci setelahnya

Memasak makanan simpel sangat membantu bila kita membiasakan diri untuk melakukannya saat kita benar-benar merasa malas untuk memasak. Semakin sering kita memasak, semakin ahli kita dalam memasak.

Masakan simpel seperti apa yang bisa dimasak? Masakan simpel yang biasa dimasak penulis adalah telur goreng dengan banyak variasi tiap kali memasaknya (diorak-arik, diaduk saat di wajan, ditaburi keju, ditambahkan bumbu-bumbu lain, digoreng di wajan lebar, dipotong-potong setelah digoreng, goreng kering, dipanaskan di microwave dan bermacam perlakuan lain) dan menggoreng bahan makanan beku.

Cobalah untuk memasak masakan simpel seperti itu, jangan terlalu rumit dan biasakanlah, coba-coba resep masakan simpel lain hingga kita bisa melakukannya dengan santai dan tidak ada rasa malas.

Selamat memasak!

Comments (1) »

Student Moment… part 1

Kamu suka memasak?

Memasak adalah pekerjaan yang simpel (tergantung masakannya), namun terkadang ada banyak hal yang membuat kita tidak bisa memasak. Salah satu hal yang menghalangi kita untuk memasak adalah profesi yang kita jalani, yang mungkin sedang penuh dengan kerjaan atau semacamnya.

Penulis merupakan seorang murid kelas 3 SMA yang sehari-harinya diisi dengan perjuangan untuk menghadapi ujian nasional. Hal ini juga menyebabkan penulis tidak lagi memasak sejak saat itu. Dia hanya memikirkan yang praktis-praktis saja, seperti membeli makan, atau memakan masakan yang sudah tersedia di dapur. (penulis biasanya membuat sendiri makanan sehari-harinya, tidak memakan masakan yang sudah tersedia)

Penulis berpikir bahwa lebih baik waktu yang ada tidak digunakan untuk memasak, melainkan meluangkan waktunya untuk istirahat, nonton film dan main game. Dengan begitu keseimbangan antara penyegaran dan belajar bisa terjaga dan tidak ada rasa jenuh, apalagi stress.

Kesibukan persiapan menghadapi UNAS dan banyak bermain game merupakan sebab mengapa blog ini sudah tak lagi diupdate sejak bulan oktober (cukup lama, memang)

Kini UNAS telah berakhir, penulis pun bisa mulai aktif lagi dalam kegiatan memasaknya dan mengisi blog ini dengan post-post baru seputar kepemulaan dan kegagalan memasak

Selamat Memasak!

Comments (1) »

Saus Baru!

try.JPG

Kamu suka memasak?

Pernah mencoba memakan masakan bersaus? Masakan bersaus yang dimaksud adalah seperti udang asam manis, cumi masak mentega, tumis ayam kecap, dan lain sebagainya. Pasti sudah pernah kan?

Memang, masakan bersaus lebih berasa dibandingkan masakan yang tak bersaus. Mengapa? Karena bahan-bahan yang digunakan pada saus itu pada awalnya memang sudah memiliki rasa yang tajam (berasa sekali), sehingga ketika dipadukan dengan udang atau apapun, rasanya menjadi padat dan lebih berasa. 

Ada beragam jenis saus dan pembedaannya. Salah satu pembedaan saus adalah dari asal memperolehnya: saus instan, saus semi-instan dan saus non-instan.

Sebagai langkah awal dalam belajar memasak, membuat saus bisa kita jadikan alternatif. Untuk awal belajar membuat saus, jangan berpikir terlalu tinggi untuk membuat saus dari awal, dari menyiapkan tepung tapioka, cabe, tomat, dan lain-lainnya, karena yang akan kita buat adalah saus semi-instan.

Saus semi-instan. Dinamakan begitu -oleh penulis- karena cara memperolehnya adalah memasak saus instan. Ya. Memasak saus instan. Sebenarnya saus pada hidangan-hidangan seperti udang asam manis dan lain sebagainya juga saus semi-instan, karena saus itu mereka buat dari saus instan yang diolah kembali bersama udang dan rempah-rempah lain.

Untuk membuat saus semi-instan sebenarnya cukup mudah. Yang kita perlukan hanya kreatifitas dalam mengkombinasi berbagai macam saus dan kecap sampai akhirnya menjadi suatu saus baru. Ya, memang sesimpel itu. Yang perlu kita lakukan untuk membuat saus hanyalah mengkombinasikan berbagai macam saus instan dan kecap dalam satu wadah.

Untuk lebih membuat saus itu berasa dan memberikan efek ‘karamel’, maka kita bisa menumis bawang bombay/bawang putih dengan saus kombinasi kita. Disinilah kegiatan memasak kita dimulai. Saat menggoreng saus itu, kita bisa memasukkan bahan-bahan lain seperti sosis, udang, dan lain sebagainya, dan kita pada akhirnya akan memasak suatu lauk pauk yang sangat enak untuk teman makan nasi kita.

CObalah bereksperimen dengan mencampur bermacam saus (sambal, tomat, inggris, tiram, dll) dan kecap (manis, asin, teriyaki, dll) dan mari ciptakan saus favorit buatan kita!

Cobalah:
>Tumis Sosis Asam Manis<
1 Sosis, potong koin
1 SM kecap manis
1 SM saus sambal
1 SM saus tomat
2 SM air
1/4 bawang bombay iris tipis memanjang
2 SM margarin

Cara memasak:
1.Campur kecap, saus sambal, saus tomat dan air kedalam satu wadah
2.Masukkan margarin ke wajan yang telah dipanaskan
3.Tambahkan irisan bawang bombay ke dalam wajan ketika margarin sudah cair seluruhnya
4.Tumis sebentar, lalu tambahkan potongan sosis
5. Tambahkan pula saus campuran
6. Tumis sebentar hingga sosis cukup panas dan matang
7. Angkat dan sajikan
> Chicken Teriyaki<
4 ons daging ayam (ukuran piring kecil/dek kartu) potong kecil-kecil
2 SM kecap teriyaki (Atau 1 SM kecap asin dan 1 SM kecap manis)
1 SM Kecap manis
1/4 bawang bombay iris tipis memanjang
2 SM margarin

Cara memasak:
1. Campurkan semua kecap dalam satu wadah
2. Panaskan margarin pada wajan hingga mencair seluruhnya
3. Tambahkan irisan bawang bombay
4. TUmis sebentar, lalu tambahkan daging ayam dan saus campuran
5. Tumis hingga daging ayam matang
6. Angkat dan sajikan
Catatan:
-SM: Sendok makan
-Cukup simpel, namun cukup memuaskan. Jika efek ‘karamel’ pada masakan terlalu kental, maka bisa ditambahkan lagi air ketika dalam proses memasak.
-Kedua masakan diatas nyaris sama, hanya beda bahan.
-Pastikan untuk tidak menggunakan api yang terlalu besar. Gunakanlah api sedang untuk memanaskan wajan, dan gunakan api kecil untuk mulai memasak.
-Bila tidak ada kecap teriyaki, maka bisa diganti dengan campuran kecap asin dan kecap manis. Ini akan menyebabkan perbedaan rasa, namun rasanya akan sama-sama memuaskan
-Kita bisa mengganti daging dan sosis pada menu diatas dengan bahan masakan lain yang kita mau, seperti misalkan udang, cumi, daging sapi, atau bahkan wortel (vegetarian?)
-Agar lebih aman, sebaiknya daging/udang/cumi/apapun bahan lauk yang kita pakai dimasak dulu (direbus, digoreng, dipresto, atau dimasak yang lain) baru digunakan sesuai resep. Penulis sendiri biasanya menggunakan ayam goreng yang dibuang tulangnya dan dipotong kecil-kecil dalam membuatnya. Terkadang penulis juga menggunakan ayam dari opor ayam buatan ibunya… (buka rahasia nih…)

Mencoba membuat masakan-masakan bersaus seperti diatas memang pada awalnya terasa agak berat, tapi pada percobaan memasak yang kedua kalinya, biasanya beban itu sudah tidak ada lagi.

Selamat memasak!
 

Comments (3) »

Belajar dari Makanan Instan

instant-food-may.JPG

Kamu suka memasak?

Makanan apa yang paling gampang dimasak tapi rasanya enak? Tentu saja: makanan instan. Tapi makanan instan sangat tidak baik untuk kesehatan dan mampu menimbulkan berbagai macam penyakit, karenanya kita perlu membatasi atau bahkan tidak mengonsumsi makanan instan.

Untuk mulai belajar memasak, makanan instan adalah salah satu alternatif cara yang dapat dipakai dalam belajar. Banyak orang -umumnya pelajar dan mahasiswa- setuju bahwa memasak makanan instan itu adalah awal yang bagus untuk belajar memasak

Pertama-tama, kita dapat memasak makanan-makanan instan itu dengan mengikuti petunjuk yang ada pada bungkusnya. Cobalah untuk benar-benar menguasai cara-cara memasak makanan instan tersebut, karena kbanyakan tehnik itu banyak juga digunakan dalam memasak makanan non-instan. Tehnik-tehnik yang dimaksud adalah seperti memanaskan air, mencampur bumbu dengan bahan, menyaring bahan dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah menguasai cara memasak makanan instan, kita bisa mulai bervariasi dengan makanan instan. Kita bisa menambahkan bumbu kedalamnya, menambahkan proses memasak, atau bahkan benar-benar merubah cara memasak dan tidak mengikuti cara masak yang tertera di balik kemasan.

Beberapa variasi yang dapat dilakukan adalah:
-Pada mie instan jenis mie goreng, setelah kita usai memasaknya, mencampur bumbu dan mie itu siap dihidangkan, kita bisa memanaskan penggorengan dan dengan sdikit minyak, menggoreng mie itu beberapa saat. Hal ini akan menambah suatu rasa pada mie dan bila digoreng agak lama, mie bisa sdikit terasa garing.
-Pada mie instan jenis mie kuah, kita bisa menyisihkan kuahnya, baru mencampurnya dengan bumbu, setlah itu mencampurnya dengan telur dan menggorengnya. Ini akan menghasilkan masakan yang benar-benar berbeda yang biasa dikenal dengan omelet mie.
-Pada mie instan apapun juga, kita bisa mengganti bumbunya, karena kita tahu, salah satu sumber penyakit itu ada pada bumbu instannya. Bumbu yang bisa digunakan antara lain garam, merica, bawang, kecap manis, kecap asin, dan lain sebagainya.
-Pada pasta instan, kita bisa menambahkan parutan keju ketika pasta siap dihidangkan
-Pada minuman instan, kita bisa menambahkan susu kental manis untuk menambah rasa ‘latte’
-Pada nasi instan, setelah nasi tersebut matang, kita bisa menggorengnya sebentar untuk memberi rasa ‘goreng’ pada nasi itu.

Variasi yang paling banyak memang ada pada mie instan. Cobalah membuat variasi-variasi baru pada makanan instan kita dan kita akan bisa membuat suatu masakan baru suatu saat nanti!

Selamat memasak!

Comments (2) »

Omuraisu!

tri-omurice.JPG

Kamu suka memasak?

Tahukah kamu apa yang disebut omurice? Omurice atau yang biasa disebut Omuraisu oleh orang jepang adalah suatu masakan jepang yang sangat terkenal. Omurice merupakan peleburan dari 2 kata, yaitu kata Prancis ‘omelette’ dan kata Inggris ‘rice’.

Omurice umumnya dimasak di rumah dan banyak juga ditemukan di restoran-restoran di Jepang. Masakan ini juga sangat populer di Korea Selatan.

Kalau kita sudah merasa mampu menguasai wajan, telur, tehnik menggoreng dan tehnik mencampur bahan dan bumbu, maka tidak ada salahnya kita mencoba memasak Omurice.

Cobalah:
>Simple Omurice<

-Campuran Nasi
2 sendok makan minyak goreng
1 sendok makan mentega
1/4 bawang bombay, potong kecil-kecil
1/4 sendok teh garam
1 sosis, potong bentuk koin, belah dua
1 piring nasi
-Bumbu Nasi
1 sendok makan saus tomat
1/4 sendok teh merica
1/4 sendok teh garam

-Omelette
1-2 butir telur (tergantung ukuran)
1 sendok makan mentega
1 sendok makan minyak goreng
1/4 sendok teh garam

-Saus
Saus tomat secukupnya

Cara memasak:
1.Panaskan minyak goreng
2.Masukkan bawang bombay dan tumis sampai bawang bombay berubah warna
3.Masukkan sosis dan bumbu nasi
4.Masak sebentar sampai sosis matang (jangan terlalu lama hingga bawang bombay gosong)
5.Masukkan nasi dan mentega,aduk hingga rata
6.Saat nasi sudah cukup panas, matikan api
7.Kocok telur hingga putih dan kuningnya menyatu, tambahkan garam
8.Panaskan wajan, tambahkan mentega dan minyak goreng
9.Goreng telur hingga setengah matang
10.Saat telur sudah setengah matang, tambahkan nasi yang telah dimasak diatas telur itu, disalah satu sisinya
11.Lipat sisi telur yang lainnya menutupi bagian atas nasi
12.Pindahkan omurice ke piring, beri saus tomat pada bagian atas
13. Omurice siap dihidangkan.
Bila kita kurang mampu untuk memasak nasi goreng, maka kita bisa mencoba memasak omurice dengan nasi goreng yang kita beli dari penjual nasi goreng atau menggunakan nasi goreng buatan orang lain. Bila kita melakukan hal ini, yang perlu dilakukan hanyalah memanaskan nasi goreng tersebut, lalu memasak mulai langkah 7-selesai.

Selamat Memasak!

Leave a comment »

Menggoreng Telur

egg-kombo.JPG

Kamu suka memasak?

Untuk kita yang benar-benar belum bisa dan ingin belajar memasak, ada baiknya untuk belajar hal dasar. Misalnya… menggoreng telur.

Menggoreng Telur untuk Pemula Memasak
Menggoreng telur bisa menjadi hal yang menjengkelkan bagi kita yang kurang bisa melakukannya. Percikan minyaknya bisa membuat kita malas memasak. Belum lagi hasil akhir yang kadang terlalu gosong atau malah belum matang.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saat akan menggoreng telur sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:
-Rencanakan telur goreng apa yang akan dibuat. Apakah telur orak-arik, telur mata sapi, omelet, atau yang lainnya. Jangan asal menggoreng.
-Pastikan minyak yang digunakan tidak terlalu banyak. Terlalu banyak minyak dapat menyebabkan percikan. Umumnya minyak yang digunakan sebanyak 1-2 sendok makan, tergantung ukuran penggorengan.
-Jangan langsung memecah telur di atas penggorengan. Pecah telur di cangkir plastik/mangkok/apapun yang bisa menampung telur tersebut.
-Jangan menaburi bumbu (garam, merica, lada, keju, atau apapun) saat telur sedang digoreng. Taburkan bumbu itu sebelum telur digoreng (saat masih berada di cangkir plastik)
-Pastikan penggorengan sudah dipanaskan terlebih dahulu. Tidak terlalu panas, karena akan membuat telur gosong. Jika kita memakai mentega/margarin, maka saat yang tepat untuk menuangkan telur adalah saat mentega/margarin sudah cair seluruhnya diatas penggorengan. Jika memakai minyak, cara menentukannya adalah dengan meletakkan telapak tangan sekitar 3-5 cm diatas penggorengan. Bila kita merasakan tangan kita mulai panas, maka itulah saat yang tepat.
-Panaskan penggorengan hanya jika telur yang akan kita goreng sudah benar-benar siap dituang. Jangan memanaskan penggorengan SAMBIL menyiapkan telur yang akan digoreng kecuali kita benar-benar yakin akan kecepatan kita dalam menyiapkan telur.
-Pastikan kita membalik telur dengan baik di atas penggorengan. Balik ketika telur benar-bnar sudah bisa dibalik. Cara mengetahuinya adalah dengan memeriksa kepadatan telur. Bila sudah agak padat (bisa diangkat bagian ujungnya) maka kemungkinan besar telur itu bisa dibalik.

Cobalah:
> Omelet Korned<
– 1 butir telur ayam
– 1/4 sendok teh merica (dapat dihilangkan bila tidak suka)
– 2 sendok makan korned beef
– 2 sendok makan keju (bisa diparut, bisa dipipil)
– Mentega 1 sendok makan

Cara Memasak:
1. Pecah telur di suatu wadah
2. Masukkan merica, korned dan keju kedalam wadah
3. Campur dan tekan-tekan dengan sendok, pastikan korned tidak lagi padat dalam campuran.
4. Panaskan penggorengan sambil memasukkan mentega ke dalamnya
5. Masukkan omelet ketika mentega sudah cair seluruhnya di penggorengan
6. Biarkan omelet masak dengan sendirinya selama beberapa saat
7. ketika sudah agak padat, balik omelet
8. Biarkan omelet masak dengan sendirinya selama beberapa saat
9. Bila omelet belum terlihat matang, balik lagi dan biarkan matang
10. Matikan apinya dan angkat telur dari penggorengan. omelet siap dihidangkan.
Bisakah kamu melakukan hal-hal berikut ini?
1. Memecah telur dengan satu tangan.
Banyak pedagang martabak yang melakukan hal ini. Bila mampu melakukannya dengan benar, maka kita akan mampu menghemat waktu memasak. Caranya dengan memegang telur dengan satu tangan secara vertikal. Jari telunjuk dan jari tengah ada di bagian atas telur sedangkan jari yang lain menggenggam telur seperti biasa. Antukkan bagian tengah-atas telur ke bagian keras, seperti ujung meja atau ujung mangkok. Dengan cepat, tariklah bagian atas telur dengan dua jari kita ke arah belakang.

2. Membalik telur dengan membuatnya ‘melompat’ dari penggorengan
Hal ini banyak didemonstrasikan di film-film. Biasanya dengan menghentakkan penggorengan dengan keras, telur trangkat ke udara dan langsung terbalik di atas penggorengan.

3. Meletakkan nasi ke dalam dadar telur dan melipat dadar itu dengan baik
Pernah lihat nasi omelet jepang (omurice)? Nasi omelet yang terkenal di jepang itu unik, karena nasi berada di dalam telur dadar dengan bentuk pipih dan lonjong, dan bagian atasnya diberi saos tomat yang memanjang dari atas ke bawah.

4. Menggoreng telur crispy
Ada suatu warung makan yang menyajikan makanan ini. Makanannya sendiri unik, karena telur gorengnya dibalut crispy, seolah ayam goreng crispy.

5. Mengeluarkan isi telur tanpa merusak cangkangnya
Banyak prakarya yang dibuat dari cangkang telur yang benar-benar masih berbentuk telur, tanpa ada isinya.

Selamat memasak!

Comments (4) »

Pengetahuan Dasar: Sapi

cow-silhouette.JPG

Kamu suka memasak?

Berikut ini adalah sedikit pengetahuan tentang daging sapi. Daging yang paling banyak dikonsumsi karena kandungannya dan rasanya.

Daging sapi adalah sumber protein, vitamin dan besi yang bagus. Daging sapi sangat banyak mengandung vitamin B6 yang menguatkan sistem kekebalan dan vitamin B12 yang membantu melancarkan peredaran darah. Untuk menghindari konsumsi lemak jenuh yang berlebihan, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi daging sapi lebih dari 2 kali seminggu. Dalam sekali penyajian, ukuran daging sapi  dianjurkan untuk tidak melebihi ukuran telapak tangan/ukuran satu dek kartu (3-4 ons)

Tips Aman
-Suhu kulkas sebaiknya diatur sedingin mungkin
-Simpan daging sapi di bagian terdingin dari kulkas, jauh dari pintu kulkas
-Pastikan kemasan daging sapi tertutup rapat saat dalam kulkas untuk menghindari tetesan
-Jangan memakan daging sapi yang mentah/belum terlalu matang
-Masaklah daging sapi 1-2 hari setelah pembelian
-Selalu gunakan cutting board (talenan) yang bersih ketika memotong daging sapi. Usahakan memiliki cutting board khusus untuk daging saja.
-Jangan mncairkan daging sapi pada temperatur ruangan. Gunakan lemari es bagian pendingin atau microwave.

Potongan pada Daging Sapi
-Brisket    : Potongan pada dada, digunakan untuk corned dan daging asap
-Chuck      : Potongan pada lengan dan bagian depan sapi. Biasanya dipanggang
-FLank      : Potongan pinggul dan bagian samping. Digunakan untuk steak
-Tenderloin : Potongan bagian bawah belakang. Digunakan untuk steak
-Sirloin    : Potongan punggung sapi bagian bawah. Digunakan pada banyak masakan
-Skirt      : Otot diafragma dekat tulang rusuk sapi. Jarang digunakan. Biasanya dibakar

Selamat Memasak!

Leave a comment »